Bergabunglah ke Facebook fanpage "MEMBACA DI NEGRI PAMAN SAM" (MDNPS) dan Facebook group "Friends of MEMBACA DI NEGRI PAMAN SAM." Dapatkan kiriman artikel terbaru dan update berbagai program yang sedang berlangsung di MDNPS secara cepat dan mudah.

Menyingkap Sisi Kemisteriusan ASD, Bruey’s “Demystifying Autism Spectrum Disorders” Book (Review Buku Spektrum Autisme ke-2)

“Hello..Mrs.Han??…Yes..This is Mrs.Drew..It’s your son, today…He got frightened again when the fire alarm came off for the drill..Yes..He was so scared that he kept crying, strongly refused to come back to the class…And was hiding under the table the whole last hour….”

the "mystic" book

Tulisan ini adalah lanjutan dari rangkaian review buku seputar spektrum autisme. Kali ini akan saya sajikan ulasan tentang buku autisme yang kedua, berjudul “Demystifying Autism Spectrum Disorders, A Guide to Diagnosis for Parents and Professionals.” Judul ini kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia kira-kira berarti: “Menyingkap misteri kelainan spektrum autisme, sebuah bimbingan diagnosa bagi orang tua dan para profesional.”

Diagnosa dini dapat memperluas peluang penyandang ASD untuk maju, sampai pada kemungkinan untuk mengikuti kelas-kelas regular. Untuk yang lebih muda lagi, bahkan dapat memiliki kemungkinan untuk lepas dari pendidikan khusus selama hidupnya KLIK DISINI lanjutan: Menyingkap Sisi Kemisteriusan ASD, Bruey’s “Demystifying Autism Spectrum Disorders” Book (Review Buku Spektrum Autisme ke-2)

“The Out-of-Sync Child” book, Berbicara Tentang Anak-Anak yang Tidak Seirama (Review Buku Spektrum Autisme 1)

Ketika teman saya, seorang ibu, menceritakan perasaannya tentang buah hatinya yang dikhawatirkan menunjukkan gejala Sensory Integration Dysfunction, tidak ada kata lain yang bisa saya sampaikan, selain menyatakan kalau saya faham perasaannya. Tidak juga ada yang lebih nyata lagi dalam menggambarkan rasa “faham” itu, selain dengan memutar kembali “kaset sendu” keluarga kami yang terekam beberapa tahun yang lalu. Masih ingat rasanya, persis sesaat sebelum pesawat kami take off ke negeri orang, seorang kerabat kami mengucapkan:

“Vie, kata istriku…anakmu autis..”

Pencarian saya akan buku-buku yang berhubungan dengan Sensory Integration Dysfunction (untuk mempersingkat, selanjutnya akan saya sebut “SID”), diawali dari internet untuk mencari tahu tentang apa yang saat ini sedang terjadi di dunia spektrum autisme secara umum. Setelah mendapatkan info awal, saya masukkan info tersebut ke katalog online jaringan perpustakaan kota kami dan seluruh wilayah sekitarnya. Buku yang berhubungan muncul banyak, beberapa diantaranya kelihatan cukup berharga untuk diburu, dan tersebar di beberapa kota tetangga. Pencarian kemudian saya akhiri dengan 4 buku ditangan, yang saya anggap paling baik untuk dipelajari.

taktil..

Pada kesempatan ini, saya akan sajikan ulasan tentang buku yang pertama, berjudul “The Out-of-Sync Child: Recognizing and Coping with Sensory Integration Dysfunction.” Setelah membaca review ini, anda akan tahu mengapa saya memilih untuk menyajikan buku ini sebagai kandidat anjuran baca yang pertama. Di rumah, sebelum saya baca, buku ini saya “skim”selama dua malam, sebagai perkenalan yang pertama. Hasilnya? Sampai pada saat saya menulis kalimat ini, sebenarnya saya belum tahu kata yang paling tepat untuk menggambarkannya, tapi hal ini justru yang mendorong saya untuk terus membacanya.

“Orang tua dan guru sering merasa frustasi dalam menangani seorang anak yang memiliki gejala SID,..bagaimana perasaan anak itu sendiri bila hal itu sampai terjadi? Sama…” (Kranowitz)

KLIK DISINI lanjutan: “The Out-of-Sync Child” book, Berbicara Tentang Anak-Anak yang Tidak Seirama (Review Buku Spektrum Autisme 1)

Buku panduan untuk menyekolahkan anak dirumah? (review buku “The Home School Manual” of Theodore E. Wade, Jr.)

Diantara teman-teman saya, paling tidak ada tiga keluarga yang memutuskan untuk menyekolahkan sendiri anaknya di rumah. Tanpa terhindar, sewaktu-waktu saya terpikir akan berbagai macam motivasi yang melatar belakangi pengambilan keputusan ini. Termasuk mengapa sampai timbul keperluan bagi sebuah keluarga untuk menyekolahkan putra-putrinya di rumah. Pro dan kontra dari teman-teman yang lainnya juga sangat beragam, baik yang positif maupun negatif. Semua info “was-wis-wus” yang saya dengar, tidak berhasil membuat saya untuk bisa menarik kesimpulan sedikitpun tentang hal ini. Jadi bermodalkan rasa ingin tahu, saya memutuskan untuk mempelajari hal ini lebih jauh dari sumber yang lebih legitimate, buku panduannya.  

……buku ini disajikan dengan cara yang menurut saya kreatif, menolong, dan unik, dalam usaha menuntun setiap pembacanya mengeksplorasi isi buku. Cara tersebut dinamakan “Tour”…..

Perpustakaan, tempat yang baik untuk belajar dan mengajar..

 

Sebelum melanjutkan, saya ingin anda mengetahui bahwa disamping alasan tadi, pada waktu yang sama, saya juga mempunyai misi yang sejalan. Dari interaksi saya dengan teman-teman di tanah air, banyak juga para orangtua di Indonesia yang saat ini berminat untuk mempelajari tentang seluk-beluk home school. Pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan hal ini bermunculan bagaikan jamur dimusim hujan (atau di kebun-kebun jamur di pegunungan). Tentu saja bagi teman pembaca di tanah air, buku ini tidak bisa begitu saja dipakai secara leterlek, dan lebih merupakan bahan perbandingan terhadap prinsip-prinsip home school yang ada di Indonesia. Mari belajar bersama, tentang homeschooling disisi lain dari belahan dunia dari tanah air kita tercinta.

 

Diantara buku-buku panduan home school yang ada di perpustakaan, saya membawa pulang buku ini. Buku ini saya pilih karena gampang terlihat dari ukurannya yang besar, tebal, dan sekilas daftar isinya paling lengkap (bukan alasan yang terakurat untuk memilih buku?). Saya pikir, saya akan belajar tentang home school mulai dari buku “setebal bantal” ini, dan berusaha KLIK DISINI lanjutan: Buku panduan untuk menyekolahkan anak dirumah? (review buku “The Home School Manual” of Theodore E. Wade, Jr.)