Bergabunglah ke Facebook fanpage "MEMBACA DI NEGRI PAMAN SAM" (MDNPS) dan Facebook group "Friends of MEMBACA DI NEGRI PAMAN SAM." Dapatkan kiriman artikel terbaru dan update berbagai program yang sedang berlangsung di MDNPS secara cepat dan mudah.

Buku panduan untuk menyekolahkan anak dirumah? (review buku “The Home School Manual” of Theodore E. Wade, Jr.)

Diantara teman-teman saya, paling tidak ada tiga keluarga yang memutuskan untuk menyekolahkan sendiri anaknya di rumah. Tanpa terhindar, sewaktu-waktu saya terpikir akan berbagai macam motivasi yang melatar belakangi pengambilan keputusan ini. Termasuk mengapa sampai timbul keperluan bagi sebuah keluarga untuk menyekolahkan putra-putrinya di rumah. Pro dan kontra dari teman-teman yang lainnya juga sangat beragam, baik yang positif maupun negatif. Semua info “was-wis-wus” yang saya dengar, tidak berhasil membuat saya untuk bisa menarik kesimpulan sedikitpun tentang hal ini. Jadi bermodalkan rasa ingin tahu, saya memutuskan untuk mempelajari hal ini lebih jauh dari sumber yang lebih legitimate, buku panduannya.  

……buku ini disajikan dengan cara yang menurut saya kreatif, menolong, dan unik, dalam usaha menuntun setiap pembacanya mengeksplorasi isi buku. Cara tersebut dinamakan “Tour”…..

Perpustakaan, tempat yang baik untuk belajar dan mengajar..

 

Sebelum melanjutkan, saya ingin anda mengetahui bahwa disamping alasan tadi, pada waktu yang sama, saya juga mempunyai misi yang sejalan. Dari interaksi saya dengan teman-teman di tanah air, banyak juga para orangtua di Indonesia yang saat ini berminat untuk mempelajari tentang seluk-beluk home school. Pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan hal ini bermunculan bagaikan jamur dimusim hujan (atau di kebun-kebun jamur di pegunungan). Tentu saja bagi teman pembaca di tanah air, buku ini tidak bisa begitu saja dipakai secara leterlek, dan lebih merupakan bahan perbandingan terhadap prinsip-prinsip home school yang ada di Indonesia. Mari belajar bersama, tentang homeschooling disisi lain dari belahan dunia dari tanah air kita tercinta.

 

Diantara buku-buku panduan home school yang ada di perpustakaan, saya membawa pulang buku ini. Buku ini saya pilih karena gampang terlihat dari ukurannya yang besar, tebal, dan sekilas daftar isinya paling lengkap (bukan alasan yang terakurat untuk memilih buku?). Saya pikir, saya akan belajar tentang home school mulai dari buku “setebal bantal” ini, dan berusaha mengerti sedikit banyak tentang isinya.

Menurut Theodore Wade dkk., buku ini ditulis untuk lebih memperbaiki dan menjelaskan secara lebih mendetail tentang hal-hal yang telah disajikan pada terbitan sebelumnya. (12)

Poin penting lain dari Mr. Wade dkk. adalah juga bahwa motivasi masing-masing keluarga di Amerika Serikat untuk menyekolahkan anaknya di rumah dapat berbeda-beda satu sama lainnya. Berbagai motivasi tersebut antara lain: Agama (65%), Pencapaian Akademik (22%), Perkembangan Sosial (11%), sebagai Alternatif/filosofi New Age (2%). Buku ini dengan kuat juga menyarankan para orang tua untuk mencoba menyelesaikan berbagai persoalan yang berhubungan dengan sekolah terlebih dahulu(bila ada). Seperti bekerja sama lebih baik dengan guru, sekolah, dan kepala sekolah, memberikan anak guru privat, atau memasukkan anak ke sekolah swasta yang sesuai. Termasuk juga di dalamnya, menyelesaikan perbedaan cara pandang/filosofi pendidikan antara keluarga dan sekolah, sebelum memutuskan untuk menyekolahkan anak dirumah (17)

Para penulis buku ini jelas sadar betul, bahwa setiap orang memiliki tujuan yang berbeda-beda saat membaca buku ini. Untuk itu, buku ini disajikan dengan cara yang menurut saya kreatif, menolong, dan unik, dalam usaha menuntun setiap pembacanya mengeksplorasi isi buku. Cara tersebut dinamakan “Tour.” Di halaman 12, disajikan daftar “Guided tours” yang akan mencakup seluruh isi buku.

Untuk menggunakan buku ini, ada 6 rute tour yang bisa ditempuh:

Tour A: Diperuntukkan bagi siapa saja yang tertarik untuk sekedar menyelidiki dan memperoleh ide tentang home school.

Tour B: Diperuntukkan bagi siapa saja yang tertarik dalam hal pendidikan anak-anak usia preschool.

Tour C: Diperuntukkan untuk pembaca yang masih baru terhadap home school dan berencana untuk mengajar setingkat sekolah dasar.

Tour D: Untuk para orang tua yang telah memiliki pengalaman satu tahun atau lebih, dan masih melanjutkan pengajaran tingkat sekolah dasar.

Tour E: Untuk siapa saja yang tertarik untuk home-schooling anak setingkat sekolah menengah atas.

Tour F: Untuk pengajaran anak-anak dengan kebutuhan khusus. (13-14)

Sekilas dari rute yang saya jajagi, dari daftar isi terlihat bahwa rute A termasuk rute yang lebih pendek dibanding rute-rute lainnya. Di rute ini di sajikan 16 bab, sementara rute-rute lainnya menyajikan sekitar 15 sampai 45 bab.

Rute A mencakup hal-hal sebagai berikut:

Home school sebagai alternatif pendidikan.

Orang tua dan pendidikan.

Saat untuk tidak mencoba home schooling.

Berdamai dengan birokrasi.

Memperjuangkan hak orang tua untuk mengajar.

Menolong anak anda belajar.

Perencanaan mengajar.

Teknik-teknik mengajar.

Memilih materi pengajaran.

Memperkaya materi pelajaran.

Perencanaan untuk anak-anak usia dini.

Pengajaran nilai-nilai kehidupan (termasuk agama).

Pengajaran sains.

“The Redwooded Headpecker”, kisah tentang sekolah di rumah.

Membangun disiplin diri.

Menyesuaikan sekolah untuk empat anak.(12)

Rute B,C, D, E, F tentu saja menyajikan dengan lebih mendetail aspek-aspek yang berhubungan sesuai dengan tujuan masing-masing rute.

Setelah menyelesaikan tour singkat saya dan meneliti cakupannya, saya pribadi berkesimpulan bahwa buku ini jelas dapat menjadi bantuan yang berharga bagi para orang tua yang memutuskan untuk menyekolahkan anaknya di rumah. Tidak hanya itu, semua orang tua maupun para pengajar yang memiliki anak usia sekolah, dapat pula memetik manfaatnya, baik mereka yang memiliki anak yang pergi ke sekolah, maupun yang bersekolah dirumah. Saya sangat menghargai pemikiran dasar Mr. Wade, dkk. dengan tujuannya yang mulia perihal home school dalam buku ini. Saya setuju bahwa setiap orang tua berhak untuk memilih yang terbaik untuk anak-anaknya. Pada pelaksanaannya, tentu saja orang tua akan mempertimbangkan berbagai aspek dan sumber daya yang terkait, sebelum memutuskan sebuah cara yang terbaik bagi putra-putrinya untuk mendapatkan pendidikan.

Dibagian lampiran buku ini (appendix G) saya menemukan daftar lengkap bidang studi dari setiap mata pelajaran, di setiap tingkatan kelas. Sementara saya masih menyekolahkan anak ke sekolah umum, bagian ini akan sangat membantu saya untuk mengetahui apa yang sedang anak-anak saya pelajari setiap saatnya di sekolah. Hal ini akan mempermudah saya dalam menolong proses belajar mereka.

Secara fisik, buku ini tebalnya kira-kira 3 cm, berukuran 28 x 21 cm², dan memiliki 526 halaman. Tercakup juga di dalam buku ini bermacam lembar isian seperti: Lembar Evaluasi Individu, Kalender Kurikulum, Sumber Kurikulum, Lembar Kerja Per Unit/Subjek, Hasil Belajar Perminggu, Dokumentasi Kehadiran & Nilai, Kumpulan Catatan Kehadiran & Kesimpulan Evaluasi, Jadwal, Tugas Harian, Daftar Pekerjaan Rumah, Managemen Rumah Mingguan, Buku-buku yang Dibaca, Studi Lapangan, dan Dokumentasi Hasil Test.

 

Semoga bermanfaat,

V.h.a.p

 

Referensi:

Wade, T., Jr. dkk. The Home School Manual: Plans, Pointers, Reasons, and Resources. 6th ed. 1996. Gazelle Publication: Bridgman, MI: 526 hlm.

 

 

 

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>