Bergabunglah ke Facebook fanpage "MEMBACA DI NEGRI PAMAN SAM" (MDNPS) dan Facebook group "Friends of MEMBACA DI NEGRI PAMAN SAM." Dapatkan kiriman artikel terbaru dan update berbagai program yang sedang berlangsung di MDNPS secara cepat dan mudah.

Mengajarkan Anak Mengatur Uang & Membiayai Hidup (Part 1)

Uang?? Betul sekali, topik yang sangat ingin saya bahas kali ini tidak lain tidak bukan adalah tentang: Uang. Secara lebih spesifik lagi, review buku kali ini adalah tentang buku yang mengajarkan pengaturan keuangan pada anak.

Mengapa uang?

Mengapa anak-anak?

Keluarga saya, seperti juga kebanyakan keluarga yang lain sewaktu-waktu mengalami pasang surutnya kondisi keuangan. Pengalaman hidup juga mengajarkan bahwa standar pasang surut penghidupan masing-masing keluarga begitu beragam. Perbedaan ini sangat tergantung pada keadaan, penghasilan, gaya hidup/filosofi keluarga, dan faktor-faktor lain.

Dari waktu kewaktu, saya pernah membaca buku serial managemen finansial populer. Diantara buku-buku tersebut adalah buku-buku populer semacam karya Kiyosaki, Suze Orman, Napoleon Hill, dan lain-lain. Membaca buku-buku tersebut telah memberikan saya inspirasi bahwa kondisi penghidupan, termasuk perencanaan masa depan setiap orang dalam satu keluarga, sangat tergantung pada keberhasilan pengaturan keuangan sebagai salah satu faktor yang sangat penting.

Suka atau tidak, banyak sekali masalah-masalah dalam hidup dari yang kecil, yang lebih merepotkan, sampai yang sangat besar, yang diakibatkan oleh ketidaktahuan atau ketidakbijaksanaan seseorang dalam mengelola uang (saya suka menyebutnya dengan: rejeki). Rasanya aman bagi saya untuk berkata bahwa “tidak semua orang cukup sportif” akan keadaan ini, sehingga permasalahan pengaturan rejeki tak terkendali tidak hanya membuat kehidupan menjadi lebih pelik, namun sering jadi merambat-rambat ke masalah lainnya.

Apakah hal itu karena kita semua tidak pernah belajar tentang angka alias berhitung? Tidak.

Setiap dari kita, entah siapapun yang mengajarkan, telah mengalami masa belajar berhitung. Sedini Sekolah Menengah Pertama, kita semua juga telah diajarkan pengelolaan kepemilikan (dikenal dengan pelajaran administrasi/pembukuan). Dijaman ini, bahkan banyak dari kita telah belajar berhitung sampai keperhitungan yang sangat sangat rumit, serumit perhitungan yang angka konkritnyapun tidak ada, namun angka ini mampu meluncurkan sebuah roket sampai ke planet lain dengan sukses.

Fakta, kecanggihan bermatematika ternyata tidak selalu berpengaruh terhadap kondisi ekonomi/keuangan seseorang.

Aneh?…Sama sekali tidak.

Jadi apa yang dapat membedakan sebagian orang, dengan sebagian yang lainnya dalam keberhasilan mengelola rejeki?…Pendidikan pengelolaan rejeki yang pernah diterima.

Sebagian orangtua memberikan pendidikan (berupa bimbingan atau langsung mencontohkan) nilai-nilai yang “jalan” sementara sebagian yang lain tanpa sadar memberikan sebaliknya (catatan: tidak memberikan pendidikan itu berarti memilih untuk mencontohkan “kelalaian”).

Ada juga orangtua yang tidak ingin anaknya “menderita”, sehingga begitu saja memenuhi setiap kebutuhan yang datang, di segala situasi, dengan cara apapun. Hal terakhir ini akan menyebabkan anak tersebut kehilangan kesempatan untuk berlatih mengelola penghidupannya sendiri dan berpotensi mendatangkan bahaya “penyakit” ketergantungan. Berupa ketidak-cakapan dalam mengelola tanggung jawab  pembiayaan hidupnya.

Apakah memberikan pendidikan yang terarah tentang pengelolaan keuangan juga berarti mendidik anak untuk “mata duitan” ??(baca: dorongan ekstrim untuk mencari dan mengumpulkan uang dengan segala cara dan terus menerus)…Jawabannya: Tidak.

Pendidikan pengelolaan keuangan yang benar didalamnya akan termasuk bagaimana mengelola rejeki/ nafkah hidup termasuk konsep menabung, bekerja, perencanaan masa depan, beramal, menangani krisis, dan lain sebagainya. Seseorang yang menjalani konsep ini secara benar, tidak akan memiliki sifat “mata duitan”.

Belajar mengelola pembiayaan hidup adalah penting bagi setiap orang. Karena pada dasarnya, apapun jenis kehidupan yang dijalankan dan bagaimanapun standar hidup yang dicari (dari yang ingin tetap bersahaja sampai yang memiliki keperluan untuk menjadi sangat kaya), setiap orang perlu kemampuan untuk menafkahi hidup, paling tidak untuk dirinya sendiri. Mengelola rejeki dengan baik juga merupakan salah satu usaha untuk mensyukuri pemberianNya dan menjadikan aspek “usaha menafkahi hidup” untuk tidak menjadi masalah yang pelik dalam hidup. Alangkah mulianya jika dengan itu keturunan kita malah jadi mampu beramal. Memberi pada yang karena satu dan lain hal, menjadi pihak yang benar-benar memerlukan uluran tangan.

Guru pelajaran pembiayaan hidup kita bisa berasal dari sumber yang berbeda-beda.

Relevan dengan misi website ini, maka sumber yang saya ketengahkan disini adalah buku.

Contoh buku yang saya ketengahkan kali ini ada 2.

Buku yang pertama adalah..

“Every Kid's Guide To Intelligent Spending” by J W Berry.

“Every Kid’s Guide To Intelligent Spending (Living Skills Books)” by Joy Wilt Berry.

(Panduan Membelanjakan Uang dengan Pintar untuk  Anak)

Buku ini memiliki hard cover berwarna merah dan terdiri dari 48 halaman. Ini adalah buku yang mengajarkan anak tentang cara menggunakan uang….

**** Bersambung di “Mengajarkan anak mengatur uang & Membiayai hidup (Part 2)”

Semoga bermanfaat,

Vhap

 

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>